:hi: good day!

banyak perbedaan pendapat sekaligus kebingungan yang pernah saya dengar saat ngobrol bebas dengan temen-temen sebaya tentang judul postingan saya kali ini. dua diantaranya yaitu:

1. apakah harus membayar hutang puasa Ramadhan dulu, baru boleh berpuasa Syawal?

2. apakah keutamaan puasa Syawal, hukumnya dan apakah puasa Syawal wajib dilakukan secara berturut-turut?

saya coba browsing-browsing (dibantu hasil browsing-an temen juga), akhirnya saya berhasil menemukan beberapa sumber yang bisa membantu kebingungan itu.
jawabannya…


dari Syariah Online, ada diskusi yang menjelaskan bahwa puasa Syawal bisa dilakukan terlebih dahulu sebelum meng-qadha puasa Ramadhan (terlebih buat cewe-cewe yg sebagian besarnya punya hutang puasa Ramadhan). Pendapat ini didasari alasan karena terbatasnya bulan Syawal yang hanya satu bulan, sementara waktu untuk membayar hutang puasa Ramadhan masih banyak bisa sampai bulan Ramadhan berikutnya. utamanya, menyelesaikan hutang puasa terlebih dahulu baru melaksanakan puasa Syawal, logikanya, jika kita masih diberi umur panjang, tentu kita bisa melaksanakan keduanya, namun jika tidak, yang penting utang kita lunas dulu.

:foyourinfo: Yg perlu diingat, niatnya nggak boleh digabung melainkan harus sendiri-sendiri karena hukumnya juga terpisah.

menjawab pertanyaan kedua,

Dari Abu Ayyub rodhiyallahu anhu:
“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.”
[Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164]

atau

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

jadi..dari jumlah 6 hari puasa Syawal, per harinya dihitung 10 kebaikan atau sepuluh hari puasa. jika kita melaksanakan keenamnya, berarti ada 60 kebaikan atau 60 hari puasa selain puasa Ramadhan. 60 hari itu kemudian di-konversikan menjadi dua bulan. jika Puasa Ramadhan memiliki nilai sepuluh kali lipat, jadi kalau puasa sebulan penuh bagaikan puasa sepuluh bulan.

jadi…(lagi) jika kita menyempurnakan puasa kita dengan puasa Syawal, berarti kita telah berpuasa selama 12 bulan, atau setahun penuh. but anyway, puasa Syawal hukumnya Sunnah. dan mengenai wajib/tidaknya dilakukan berurutan, saya telah mengumpulkan beberapa pendapat:

dari situs ini, disebutkan bahwa tidak ada aturan baku tentang puasa Syawal. Dan oleh karena itulah makanya para ulama berbeda pendapat. Seandainya ada hadits shahih yang menjelaskan bahwa puasa Syawal itu harus berturut-turut sejak tanggal-tanggal Syawal, maka pastilah semua ulama bersatu dalam pendapat. Namun karena tidak ada satu pun dalil qath’i yang sharih dan shahih tentang aturan itu, amat wajar bila hal itu masuk ke wilayah ijtihad. Kalau yang berijtihad hanya orang awam seperti kita, mungkin bisa kita abaikan. Akan tetapi kita merujuk kepada orang yang paling tinggi levelnya dalam berijtihad. Mereka adalah para imam mazhab dan pendirinya langsung.

so…perbedaan pendapat tentang keharusan dilaksanakan berturut-turut diterima, karena memang tidak ada aturan bakunya.

puasa yuk!

nah…setelah membaca tulisan diatas, apakah kita umat Muslim masih enggan melaksanakan puasa Syawal? mencapai kebaikan tentu saja tidak ada salahnya, malah menambah pahala, bukan?

dari sumber:

1. http://www.syariahonline.com

2. http://tausyiah275.blogsome.com

3. http://muslim.or.id

4. http://www.pesantrenvirtual.com

5. lain-lain.

2 Responses to “syawal fasting and qadha’ fasting”

  1. ooo begitu

    * siap2 jadi pengisi pengajian rutin ya rey *

    November 1st, 2007 | 9:16 am
  2. apik mb postinganmu iki..nek di keluargaqu yg hrs didahulukan adalah yg wajibnya dulu..jd, bayarlah dulu hutang puasa kita, baru puasa syawal…nach…sementara utangqu kan akeh, jadinya males dech kudu bayar utang dulu seminggu plus puasa syawal seminggu…mending nanti2 aja dech puasanya…hehehee……

    November 2nd, 2007 | 8:53 am

Leave a Reply

hedwig