7
good day
semingguan ini di beberapa acara favorit saya, Seputar Indonesia, Nuansa Pagi, Bulletin Malam sering dibahas seputar kemasan plastik yg aman untuk dipakai sebagai pembungkus makanan yang sangat dekat dengan keseharian kita. saya menyukai topik ini karena memang selaku konsumen, saya banyak sekali mempergunakan wadah plastik untuk menyimpan, terutama makanan. produk yg saya gunakan terutama utk wadah makanan langsung (e.g. sayur, kueh, dll) biasanya produk ini dan itu walaupun tak jarang saya ‘terpaksa’ membeli merk lain karena murah dan unik
makloom..sekarang ini banyak sekali produsen² kemasan plastik, bahkan berani menjual dengan harga murah meriah (setahu saya merk kampiunnya tetep ini dan itu - apalagi sekarang juga gencar memasarkan produknya yg food grade)
walo harganya makin mahal ajah
sayangnya, produsen tak banyak yg menaati peraturan pencantuman logo² produksi seperti yang ingin saya bahas kali ini. dan tentu saja hal ini tidak informatif bagi konsumen, pluss…konsumennya sendiri juga miss-informasi tentang logo² kemasan. nah…sekarang saya mau berbagi pengetahuan tentang kode kemasan plastik. semoga membantu!
Di alas kemasan plastik, sewajarnya akan kita temukan beberapa simbol, ada segitiga yg didalamnya terdapat angka (1-7), segitiga tanpa nomor, tulisan huruf (e.g. PP, PS, etc) atau gelas-garpu.
Tahukah Anda bahwa simbol itu bukan sekedar hiasan semata? Dan tahukah Anda pula bahwa simbol itu jauh lebih berharga jika kita tahu maksudnya dibanding kita berhadapan dengan plastik tak bersimbol seperti kotak makanan yg sering saya pake untuk tempat bekal makan siang di kantor di bawah ini?
Simbol Segitiga dengan angka di dalamnya merupakan kode identifikasi resin yang diciptakan oleh The Society of Plastics Industry (SPI) pada tahun 1988. Kode ini dimaksudkan untuk memberi tahu pihak pendaur ulang bahan plastik apa yang digunakan. Karena plastik sangatlah susah untuk didaur ulang. Kita tidak dapat begitu saja mencampur plastik dengan kandungan resin yang berbeda untuk didaur ulang. simbol common-nya adalah seperti ini:
Dengan sistem pengkodean ini, kita dapat mengetahui tipe plastik mana yang bisa dicampur atau di daur ulang. Adapun pengkodeannya adalah sbb:
PETE (Kode Resin 1) or PET
Polyethylene terephthalate biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti fiber polyester, plastik tahan panas, botol soft drink, botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol dengan kode resin ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan dipakai untuk air hangat apalagi panas. Botol tidak layak pakai jika terlihat baret-baret atau bau apak plastik.
Kemasan plastik bersimbol PET (1) yg telah dipergunakan akan dipisahkan menurut warna: transparan, biru, hijau dan warna campur-campur. Pewarnaan ini dimaksudkan untuk menentukan proses pemisahan pada saat pendaurulangan. Jika dijual kembali ke pabrik pendaur ulang, warna transparan adalah termahal, sementara warna campuran termurah.
HDPE
High density polyethylene biasa dibuat menjadi botol, kantong belanja, tempat sampah daur ulang, pipa agrikultur, gelas sekali pakai, peralatan perkebunan, botol susu (yang berwarna putih susu). Sama seperti PET, plastik kode ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pakai.
PVC or V
Polyvinyl chloride V adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Contoh produk yang menggunakan kode resin ini adalah pipa, stik anggar, botol yang dipergunakan selain untuk makanan, dan plastik pembungkus (cling wrap). Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Jangan memakai plastik dengan kode ini untuk membungkus makanan!
LDPE
Low density polyethylene biasa digunakan dalam kantong plastik (yang aman utk kemasan makanan), toples, botol minuman, botol yang bisa dicuci, dan peralatan laboratorium. Biasa juga dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
PP
Polypropylene adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
PS
Polystyrene banyak dibuat menjadi alat-alat kantor, baki, mainan anak-anak, kaset video/kaset rekaman, kotak pembungkus, board penyekat, dan Styrofoam. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara
OTHER
Plastik yang tergolong “Other” bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, acrylonitrile butadiene styrene acrylic, polycarbonate, polylactic, asam, nylon, dan fiberglass. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
adapun simbol lain berupa gambar gelas-garpu artinya adalah food grade, alias ‘aman untuk kemasan makanan’ (untung blender saya juga udah ada logo food grade..so…aman deh!)
maka, berhati-hatilah memberi barang dengan kemasan plastik atau berbahan baku plastik. Cermati dulu alasnya, sudahkah ada logo seperti tertulis diatas. Saya rasa membeli yang agak mahal dikit tapi aman, daripada murah tapi beresiko tinggi termasuk tindakan yg cukup bijaksana. Apalagi utk ”kelas” seperti saya sebagai anak kos sejati (hobi jajan) sudah membuktikan bahwa kualitas makanan di warung atau tempat jajan tentu saja tidak memenuhi kriteria standar higienis, so…saya hanya bisa berusaha mengurangi resiko apapun dari makanan yg saya konsumsi dengan salah satunya memperhatikan kemasan plastik yg saya pergunakan.
Get healthy, guys!
sumber artikel: http://en.wikipedia.org, http://www.parentsguide.co.id/, http://bertanyaataumati.blogspot.com,
gambar dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Resin_identification_code, http://jars2go.com/images/
Pake Tupperware™ aja re :-) dijamin aman.
Kalau mau beli hubungi aku yah…
* sekalian promosi
wow artikelnya…manpaat sangadh hehehe
ya nih blog baru…
uwan?dah biasa kan disitu ada uwan disitu jg ada tari tp bukan berarti berjodoh..ya kan?
dah aQ add linknya blog kamu re…
pake tupperware(bukan member,bukan marketing :P)! buat nyimpen tepung, buttercream, buah segar, seepp dee..
info yg bermanfaat, aku nonton berita seringnya pas pertengahan jadi cuma tau no.4 dan 5 aja aman utk makan, tanpa tau alasannya.
ia mb..bener…aqu jg sering baca masalah plastik ini, botol plastik yg dah klamaan di mobil jg dilarang keras untuk diminum airnya..karna kl plastik dah klamaan kena panas dlm mobil, zat2 racunnya berbaur ke air di dlmnya..syereemm khaann….
:wow:ngga disangka begitu googling ttg topik ini, tyt blog-mu masuk di dalamnya re…ak baca di sumber lain isinya jg sama…kudu selektif nie milih barang dari plastik…skr mah jadi suka ngeliatin alas barang2 di rumah…heheheh
hello lam kenal …
Kalo tupperware kodenya berapa yach …
Saya liat ngga ada tuch
Thanks
salam kenal balik, mbak pinky…
tupperware…sayang sekali juga ndak mencantumkan kode plastiknya, tapi di profilnya, tupperware mengclaim kalo produknya aman
entah lah…