19
good day
Well..kita sangat tau, bahwa sekitar th 2006 PT Adam SkyConnection Airlines (Adam Air) sangat bangga memplokamirkan dirinya sebagai LCC Flight di Indonesia. bulan Desember 2007 lalu, AdamAir diputuskan secara resmi menjadi Official Carrier PON XVII-2008. Sejumlah 1200 tiket gratis diberikan untuk sukseskan penyelenggaraan pesta olahraga nasional ini. mengawali 2008, Adam Air memperoleh Top Brand Award yg diberikan berdasarkan indikator kekuatan merek yang diperoleh berdasarkan survey dengan mengukur tiga dimensi, yaitu Mind Share, Market Share dan Commitment Share kepada responden dari berbagai lapisan usia dan ekonomi masyarakat di berbagai kota.
Ironisnya, Izin Operasi Adam Air dibekukan oleh Pemerintah sejak 18 Maret 2008 dengan Keputusan Dephub melalui surat bernomor AU/1724/DSKU/0862/2008.
Tadi pagi, saat saya menonton Liputan6 SCTV, kebetulan ada dialog langsung dg Menhub, Ir. Jusman Syafii Djamal tentang kemelut di Adam Air dan sekaligus bandara² di Indonesia. Banyak sekali hal-hal yg menggelitik saya tentang PR (begitulah Bayu Setiyono - sang presenter L6 - menyebut hal² yg belum dapat dilaksanakan Pak Menteri sejak masa jabatannya 9 Mei 2007 lalu) Dephub.
PR tersebut diantaranya (yg masih bisa saya ingat):
1. Menyelesaikan kasus penumpang² terlantar di Mess Adam Air Cengkareng yg terlunta² karena sampai dengan saat ini Adam Air belum juga menyampaikan niatnya mengganti penerbangan yg sudah dibeli calon penumpang dg penerbangan Maskapai lain.
2. Menyelesaikan kasus PHK Karyawan dalam tubuh Adam Air.
3. Menyelesaikan kasus² klasik seperti kompensasi yg harus diterima calon penumpang yg sudah mahal² membeli tiket tapi pesawatnya delay, dan sebaliknya, jika calon penumpang terlambat kok tiketnya malah hangus.
4. Menyelesaikan kasus yg sering terjadi di bandara-bandara di seluruh wilayah di Indonesia, antaranya terkait dg pertanyaan salah seorang penelepon dari Semarang yg meminta layanan bagus di bandara karena sudah merasa membayar airport tax (pajak bandara) yg dirasa setiap hari semakin mahal saja.
5. Menyelesaikan kasus-kasus rumit seputar kecelakaan udara dan tanggung jawab mental dan fisik dari semua jenis maskapai penerbangan.
berbagai jawaban dan pernyataan disampaikan Pak Menteri dan semuanya tidak tuntas saya rasa, apalagi…ini kan sekedar mengungkapkan wacana dan dialog, entah implementasinya. saya paling suka kata-kata Bayu saat dia bilang “kalo niat baik itu disampaikan oleh bandara luar negeri, mungkin saya agak tenang…tapi jika di Indonesia..???” hehehe, straight jab, Bayu!
semua keluhan yang disampaikan para penelepon saat dialog di L6 diatas secara nyata sudah pernah saya alami. salah satu diantaranya sudah pernah saya publish ke seluruh jaringan mailinglist yg saya ikuti plus ke surat pembaca salah satu media nasional dan juga ke jajaran direksi Adam Air sendiri.
saya kasihan dengan penyedia penerbangan di Indonesia…yeah…walaupun saya belum pernah ke LN ataupun merasakan penerbangan dg maskapai LN, tapi saya secara logika pun senantiasa membandingkan harga yg sudah saya bayar utk saya bisa ke luar daerah dg tingkat pelayanan yg saya dapatkan.
contohnya saja, dengan maskapai domestik nomor satu di Indonesia, saya bayar tiket dengan harga 2x lipat dari maskapai swasta (apalagi yg punya predikat LCC) saya masih juga merasakan delay waktu terbang, walaupun tidak separah maskapai swasta, maksimal delay yg pernah saya rasakan dg maskapai nasional sekitar 10 - 20 menit, dengan alasan cuaca buruk, as usual.
dengan maskapai swasta? yg pernah saya alami sih, sekitar 2 jam-an dari jadwal yg tertera di boarding pass saya.
begitulah…antara perlu-nggak perlu, antara siapa yg lebih berkepetingan dalam setiap usaha penerbangan, dan apakah juga penumpang dijadikan prioritas dalam penyediaan layanannya…entahlah…saya sungguh kasihan dengan negara ini..
Saya jadi inget beberapa cerita:
1. Ohm Trias dimarahi mbak Pramugari yang cantik gara2 mbaknya ge er narsis mengaku2 difoto. Padahal memang iya.
2. Cerita ohm trias juga, ketika adam dari yogya ke jakarta dalam perjalanannya ke padang, sebelum takeoff terasa panas suasanya.. mbak pramugarinya ngomong: Sistem AC akan hidup sesaat setelah pesawat takeoff. Ada orang nyeletuk :”Oooo sumber kencono..”
3. Ceritanya Gosonx dan ocha yang di bandara jakarta transit mau ke medan tanpa masuk ruang tunggu, diteriakin “Medaan, medaan..” persis koyo terminal
4. Kalau saya sendiri.. delay 5 jam di Jakarta mau ke medan sudah cukup membuat lemes..
Tapi adam itu pesawat yang jago berenang lho. Yang adam jatuh di perairan Indonesia timur 1 Jan 07 itu bisa berenang 1 tahun lebih hehehehe
sayangnya adam air tutup di saat libur panjang, dan banyak “korban” pembatalannya. seperti seorang temanku yg batal mendaki Kerinci karena dia pesan tiket Adam Air menuju Padang
untungnya selama saya naek pesawat blom pernah dan jangan sampe pernah ngalamin hal2 yg merugikan saya, tapi klo diliat dari segi pelayanan, emang seh rata2 kurang memuaskan..kayanya g cuma pesawat aja tp smua mule dari bus, KA, dll..dan sialnya pesawat kan resikonya paling gede, jadi ya mendapat sorotan yg lebih…dan klo menurut saya, PR-nya g cuma pesawat aja tapi smuanya…ya sapa suruh jadi “Penggede”, tanggung jawab dunia-akheretnya berat..selamat menikmati aja deh…
tenang.. ntar ada penggantinya… hawa air
mbak rey.. kira2 abis ini maskapai langgananannya GT apa ya ? secara adam air wis tutup kie..
@ ninta : kata ijul, naek hawa air, penggantinya adam air
aku seneng warnane adam air kalo dilihat dari jauh.
keren, orange gitu lhoh, tp pas dari dekat lha kok penyok2 ra genah :D
kalo brandingnya bagus ya wajar, lha air mineral aja pake warna dan logo adam air (meskipun juga ada merk aslinya), kayaknya maskapai swasta yang pernah tak tumpangi gag ada yg kayak gitu, cm garuda aja yg ngasih permen merk garuda. pramugarinya juga cantik2 :D
* aku naik adam air dari jakarta ke jogja pas kasus adam air ilang di majene itu *
oh adam air. nasibmu kini. tinggal sejarah saja.
katanya adam air akan merger dengan maskapai apa gitu???
klo emang dilihat dari keselamatan penumpang emang adam air sangat menakutkan dan pernaha ada yang bilang kalo naek adam air itu bagaikan ikut acara “fear factor” karena resikonya gede. tetapi ya namanya orang indonesia mesti milih yang lebih murah meskipun resiko tinggi.
semoga aja maskapai laen segera berbenah agar tidak ditutup lagi.
untung aku belum pernah naek adam ya.