18
good day
Welcome to Hogwarts!
saya sangat menyukai Harry Potter the series sejak pertama kali novelnya, Harry Potter and Philosopher’s Stone di-launch di Indonesia. terbit pertama kali di Indonesia tahun 1997, saat saya masih duduk di bangku SMA, namun saya baru pertama kali penasaran membacanya di tahun 1999 setelah melihat animo masyarakat luas yg begitu heboh.
saya membaca yg versi Indonesia, karena saya males membaca novel ringan macam Harry dengan harus (lagi-lagi) make bantuan kamus. maklom, sejak 1999, sehari-hari saya sudah sangat terpaksa melahap novel buatan Penguin Books untuk membuat resensinya atau simplified-nya
back to Harry the series. membaca seri 1, belum ada keluhan (mungkin karena bukunya masih tipis kalik ya) lanjut ke seri 2, 3 juga sama. masih adem ayem. seri 4, seiiring dg semakin bertambahnya tokoh, saya mulai mengalami kesulitan karena kelemahan saya adalah mengingat NAMA orang dan karakter yg banyak dalam satu episode.
menjelajah seri 5 dan 6, saya mulai merasakan keruwetan…selain tokohnya tambah banyak lagi, masalah-masalah yg muncul akibat kejadian masa lalu semakin banyak juga. yeah..satu sisi saya mengakui bahwa JK Rowling memang jenius dalam menyajikan plot baru di setiap novelnya.
dan pada akhirnya, saya melanjutkan membaca seri 7, dan menemukan keanehan yg mungkin ndak saya sadari sebenarnya muncul juga di seri-seri terdahulu. saya temukan banyak sekali kejanggalan kata-kata, apalagi setelah membaca yg versi english kiriman dek izul. hmm..bukannya sok kritik, tapi tentu saja saya bingung…sejak dari bab 1 saja sudah menemukan titik-titik kejanggalan pemilihan kata-kata yg mungkin efek dari penerjemahan.
selaku penerjemah, saya sangat memaklumi bahwa menerjemahkan thesis saja sudah susah, apalagi novel populer yang target pembacanya beragam, mulai dari anak-anak sampai dewasa..karena itu, kalo sifatnya series, sebisa mungkin penerjemahnya ndak berubah-berubah karena takutnya ntar gaya bahasa pilihannya beda, trs malah bikin berantakan isi cerita aja.
that is why saya belum (dan sama sekali ndak tertarik) membaca translate-an karya Charles Dickens si pengarang Oliver Twist, atau Agatha Christie pengarang The Mysterious Affair at Styles yg sama-sama kelahiran Inggris kayak JK Rowling. takutnya, kalo saya baca terjemahan bisa salah tangkap maksud si pengarangnya. apalagi, orang Inggris hobi banget membuat karangan yg penuh makna tersirat. how do you think?
gambar diambil paksa dari : http://www.jkrowling.com/ dan http://www.thesnitch.net
buku kok isinnya tulisan thok..mo megang aja dah capek
..klo ada versi komiknya baru aq mau baca.. 
sepertinya ada yang nyebut nama saia…

sekiranya kk rey ingin lebih mendalami lagi sekaligus nostalgila, bole cuba versi m$ readernyah, dijamin mabok denger spellingnya sampe bobok.. trus mimpi ketemu cho chang
I love Harry Potter,, Novel or Movie..
Amazing 4 me…
aq pengin bgt ktmu harmonie….