19
good day!
Dirgahayu Indonesia-ku!!!
17 Agustus 2008 lalu Kemerdekaan Indonesia genap berusia 63th - not such a short age, huh?- setelah melewati perjuangan dijajah Belanda app. 350th dan Jepun app. 3,5th plus NICA, dll - not such an easy way, huh? - dan sudah teramat banyak mengorbankan jiwa, raga, doa, airmata, darah, tanah dari para pejuang kita. saya yakin, dulu sangat sedikit intelektual yg bisa sekolah dg bebas, sangat jarang pula ahli agama maupun ulama yg berkesempatan berdakwah dg tenangnya tanpa takut diberondong peluru maupun dipancung. sungguh sangat berat
lalu, perjuangan apa yg sudah kita lakukan untuk Indonesia?
saya mengaku, saya belum membuat apa-apa untuk negeri saya tercinta ini. saya bahkan hanya sanggup memikirkan diri saya sendiri, sekolah, kerja, semuanya untuk kepentingan saya pribadi (maksimal untuk keluarga deh ya). saya belum bisa memberikan kontribusi yg nyata untuk bangsa yg saya akui begitu saya cintai ini.
saya bisanya hanya memakai batik saat kondangan atau pas hari jumat ke kantor, menyukai alam indonesia yg sangat indah, memilih berbahasa jawa di keseharian saya dan mengingatkan teman yg berdarah jawa murni tapi ngomongnya sok enggres, protes dan marah jika kesenian Indonesia “di klaim” bangsa lain, bertekad nyari suami merk pribumi dan say no to import guy :-> , tidak mengecat rambut jadi warna blonde atau merah, menyukai lagu-lagu daerah, tiap pagi menyetel lagu “Indonesia Pusaka” di mp3 saya walo menuai banyak protes oleh adek² kos saya.
sangat tidak banyak memang. saya malu kepada para pejuang. saya nggak tau kalo saya hidup di zaman perang, mungkin saya memilih sembunyi di balik lemari agar nggak tertembak.
saya juga tidak bisa berbuat apa-apa tatkala saya liat kondisi mantan pejuang Indonesia. sangat mengenaskan, rumah Ilyas Karim -pengibar Sang Saka 17 Agt 1945 (photo inserted)- akan digusur, rumah peninggalan Ismail Marzuki -komponis pengarang lagu² perjuangan Indonesia- adalah rumah petak sangat sederhana dan penerusnya hidup tanpa santunan dari pemerintah (royaltinya aja baru dibayar beberapa tahun belakangan ini), kondisi hidup sangat sederhana salah seorang veteran di Makassar (saya lupa namanya), rumah Pak Gesang -komponis Bengawan Solo yg sangat termashyur- tetangga saya juga tak terlalu bisa dibilang tak sederhana, dan beberapa pejuang lainnya yg masih saja kurang diperhatikan pemerintah Indonesia.
lagi-lagi….saya belum mampu melakukan apa²…hanya bisa menulis dan protes
…kenapa pemerintah tidak bisa berbuat banyak? kenapa pemerintah hanya sibuk mengurusi para koruptor yg sama sekali tidak “berjuang” untuk negeri tercinta ini…sangat mengenaskan..
apakah kemerdekaan yg sudah 63 tahun ini sudah menyiratkan arti akhirnya kita bebas dalam segala hal? bebas mencintai, bebas mengasihi, bebas memberi, bebas berbagi, bebas memperhatikan, bebas berkarya, bebas berekspresi
, bebas hidup tanpa ada kekangan apapun, bebas sekolah, bebas menikmati fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lain, bebas macet, bebas dari pengangguran, bebas dari penghuni kolong jembatan… tanpa batas bahwa kemerdekaan itu hanya untuk kelompok masyarakat tertentu, kelompok yg bisa “membeli” negeri ini
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi
(Indonesia Pusaka, Ismail Marzuki)
Selamat Ulang Tahun, Indonesiaku…
gambar dari : geocities, banten.go.id, swaramuslim.com
MERDEKA……….MERDEKA……..MERDEKA……..
Tapi re…biar misua ku import guy…and kadang ngomong enggres tapi bukan berarti aku ga cinta Indonesia lho yaaaa…..
[hiks hiks.. duuh.. sedihnya baca postingan ini..]
emang miris banget yaa..ada yg keluarganya kmd tinggal di bekas2 bunker, pengap, panas. Kmr ada jg engkong2 yg diwwcr di Silet, saat ditanya apa yg dia minta ke pemerintah jawabnya (kurleb): “sudah cukuplah, kalo kita memberi jgn kmdn kita meminta yg lebih, kmdn minta2 terus”
beliau bilang: sy sdh bantu mengusir penjajah, tinggal kalian2 ini yg meneruskan, mengisi kemerdekaan ini, MERDEKA!!
adduhh.. engkong, bener2 pahlawan sejatiii…
Mbak, bukane dijajah belanda kae 350 tahun?
Merrdekkkaa…!! wah pengen bali kampung, melu lomba tujuhbelasan kih..
Sekarang juga kita masih dijajah baik budaya, ekonomi, sosial, banyak lagi. Maka, mari kita perjuangkan Tanah Air ini… mari kita berlomba menuju medan pertempuran, bukan berani untuk mati, tapi berani untuk hidup membela ibu pertiwi tercinta, Indonesiaku!
Saya buat Indonesia?? Ah belum apa apa.. nanti kalau jadi perang lawan malaysia.. Tapi sing jelas, aku perlu sesuatu untuk menghambat lajunya busuknya bangsa.. kasihan kalau lihat orang seangkatan bapak saya yang mati-matian berjuang fisik sekalipun.. kita ?
MODE 17an Ayo berjuang.. berjuang.. demi bangsa..
>:D
aqu juga tiap tahun menaikkan bendera ke atas tiang dengah penuh perjuangan…susah soalnyaa…
Hidup Merah Putih!!!