:hi: good day!

jam gadang

tadi dah males-malesan bangun saur :fallingasleep: kacaww! makloemm..sekarang penghuni kos saya semakin menyedikit. di atas, masih ada 5 orang lagi tapi yg saur cuma saya ama rina (temen kos saya - kamarnya seberang saya, red.). pas bangun, tipi saya kan masih nyala tuh…eee..pas lg nyiarin ‘nikmatnya dunia’ relay on bukittinggi, sumbar.

liputannya pas di seputaran jam gadang. saya jadi inget pas maen kesana dua kali. akhirnya kesampean juga kesana setelah bertaon-taon cuma bisa ngeliatin gambarnya di buku-buku paket perjalanan wisata. alhamdulillah..(liat poto saya deeyy - sedihnya, saya selalu kebagian cuaca yg gak bersahabat alias ujan tiap kesana, jadi potonya gelap dan rambut saya basah-basah kena ujan :nangis: )

me on jam gadang

:foyourinfo: mau tau lengkap cerita tentang ‘jam gadang’ kebanggaan orang bukittinggi ini?


Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 :wow: oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau. Pada zaman pendudukan Belanda, menara jam ini dipergunakan sebagai tempat pengintai musuh saat berkecamuk Perang Padri.

Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13×4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi landmark atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).

Sebenarnya lingkaran jam ini tidak besar-besar amat, tapi memang menaranya tinggi, sehingga kita bisa melihat sekeliling kota Bukittinggi hanya dengan berdiri di depan jam-nya. Tapi ingat, jangan terlalu dekat bundaran jam pada waktu-waktu tepat karena bisa-bisa terlempar gara-gara mendengar dentingnya yang kenceng banget :rofl:

oiya, saya masih penasaran, benarkah arsitek Jam Gadang sama dg arsitek Big Ben di London? :hmmm: - bentuknya mirip-mirip jeh..

Jam Gadang terletak di mini alun-alun, boleh dibilang kompleks wisata, karena di seberangnya ada Pasar Atas, tempat yang asyik buat beli oleh-oleh. Pesan saya, kalo mo belanja di Pasar Atas, bersiaplah pede setengah mati, karena barang-barang disini bakal dijual mahal-mahal buat turis (ktauan soalnya kalo ndak bisa bahasa Minang). Saya menerapkan ilmu tawar yg terbukti dahsyat sampek si penjual geleng-geleng :ronald: bahkan kata temen saya, jagoan saya nawar daripada dia yg orang Minang nawar ke sesamanya :cool:

yg saya ingat, saya pernah beli lampu kerudung - kerudungnya ada gadangnya; kain songket bukittinggi warna maroon; kaos ada gambar jam gadang (set dah…kekecilan ternyata!); hiasan dinding istana pagaruyuang; gantungan kunci berbentuk lonceng gadang dan rumah gadang; dan pin rumah gadang (buat sahabat saya, liyak). semua hasil tawar menawar hingga harganya jatohhhh :ex10: anyway, temen saya ada yg ‘agak’ ketepu, beli kaos dipikir udah murah…ternyata masih ada yg lbh murah lagi di area panorama juwalannya hahaha…(saya lupa arah) pokoknya nggak jauh-jauh dari Pasar Atas dan Jam Gadang, ada obyek wisata Panorama. kita bisa menikmati indahnya Ngarai Sianok dan Goa Jepang disitu. bayar berapa yahh..hmm..kalo nggak salah, @Rp 6rb parkir mobil @Rp 2rb. Cerita Ngarai dan Goa Jepangnya lain episode aja yaaa..kapan-kapan saya kemas sendiri deeyy…

sumbernya:

1. http://www.indonesia.go.id/

2. http://www.sumbarprov.go.id/

3. http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bukittinggi

4. pengalaman pribadi

2 Responses to “jam gadang (=big watch ??!)”

  1. Lukito

    Hi Rey, first time to make comments on your blog :)

    Jam gadang, Panorama, Sianok, … All remind me of the beautiful land of Minang. Pity that I’m just very bad at bargaining… so perhaps I should go
    with you if I want to buy something :D

    Pls have a look at my picture collection on Minang:
    http://picasaweb.google.com/lukito.nugroho/WestSumatera

    October 9th, 2007 | 2:38 pm
  2. tq alot Sir. yeahh…Minang is so wonderful, i just want to be there again and again

    bad in bargaining? hmm…yes, someday you can ask me to help you there.

    anyway, nice pics in picasa.

    October 24th, 2007 | 4:13 pm

Leave a Reply

crookshanks