:hi: good day!

dsc01462.JPG

seperti janji saya di postingan sebelumnya, saya mau cerita² soal Danau Maninjau. ini danau termasuk danau terindah yang pernah saya kunjungi. saya cuma bete-nya ama satu hal : harus lewat jalan berkelok² yang cukup membuat tegang seluruh otot dan otak saya, ya gimana ndak tegang, la wong jumlah kelokannya mencapai 44 buah kelokan tajam-menanjak (hampir 90 derajat) dan sekitar 20-an kelokan tak tajam!


Danau Maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan Gunung Marapi. Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia (keren yakk!). Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.

Buya HAMKA, salah satu sastrawan terkenal di Indonesia, dilahirkan di sini. HAMKA menulis buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang fenomenal itu. Figur terkenal lainnya yang dilahirkan di sini adalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said, salah satu pahlawan nasional di Indonesia yang namanya diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di kawasan Kuningan, Jaksel.

Untuk menuju ke wilayah danau, kita perlu melewati sepaket tikungan tajam yang terkenal dg nama “Kelok Ampek-Ampek” (kelok empat puluh empat) yang bersambung terus-menerus tanpa jeda sepanjang kurang lebih 10 kilometer. Dengan lebar jalan sekitar 3 sampai 3,5 meter tanpa median atau pagar pembatas di kiri-kanan tebing curam, jalan bikinan pemerintah kolonial Belanda itu menjadi jalan tembus Maninjau-Puncak Lawang-Bukittinggi.

Puncak Lawang konon merupakan tempat pertemuan bersejarah antara Tuanku Imam Bonjol dan mantan Panglima Perang Pangeran Diponegoro-Pangeran Alibasyah Sentot Prawirodirjo-untuk melanjutkan perlawanan bersama menentang pemerintah kolonial Belanda. (yg buat saya bingung, gimana caranya P. Diponegoro ke Sumbar?mosok naek kuda?trs kudanya naek rakit nyebrang Merak-Bakauheni? wih…)

kelok ini tergolong berbahaya, makanya tidak semua kendaraan pribadi berani melewati area ini. menurut driver yang membawa saya ke sana waktu itu, tidak juga semua sopir berani, hanya sopir² berpengalaman saja. jalannya terlalu curam, tanpa pembatas dan cermin di ujung jalan hanya tersedia di kelok² tertentu, udah gitu, cerminnya udah agak buram mungkin karena wilayah sekitarnya sering hujan dan berkabut sehingga kecerahan kacanya menjadi memudar.

rere di maninjausepengetahuan saya, danau ini pernah menjadi salah satu PLTA di wilayah Sumbar, terlihat dari tulisan “PLTA Maninjau” di tepian danau, dan masih banyak tower² listriknya. sayang sekali waktu saya kesana, pas hari sedang gerimis dan berkabut, jadi saya ndak terlalu bisa menikmati suasana indah disana, padahal saya sudah berencana mau merenung seharian disana. hehe. tapi kalo diajak kesana lagi, saya mikir² tujuh belas kali deh, abisnya harus lewat Kelok Ampek-Ampek nya itu loh…saya bisa mabok. untung pas kesana ndak mabok, walo udah deg²an, apalagi naek Innova (jenis mobil yang sering bikin saya mabok tanpa alasan).

aih…saya kok lupa ya, dulu tiket masuknya bayar berapa. saya nanya baek² pake bahasa Indonesia, ee…malah dijawab pake bahasa Minang, alamak! ambo indak mangarti, uni… after all, kesan saya, it is so wonderful!

sumber:

1. wikipedia indonesia

2. kompas

3. http://www.my-indonesia.info/

3 Responses to “maninjau lake”

  1. gag salah hitung kelokan rey ?
    aku ngitung kok cuma duwa ya, ke kiri ama ke kanan :p

    * padahal belum pernah kesana *

    November 9th, 2007 | 8:29 am
  2. sempet mandi di danau nya gak? :D

    November 9th, 2007 | 5:17 pm
  3. @ paydjo : hmm..mungkin salah itung si De, suk mben kalo kamu ksana, bantuin ngetung ulang yak *-:)

    @ awal : wah..ndak brani wal. mendung² jeh.. :beku: ntar kalo kelelep disitu malah tambah repot #-O

    November 14th, 2007 | 1:31 pm

Leave a Reply

centaur