4
good day!
mentang-mentang saya barusan dari sana, saya mo cerita dikit buat yg baca blog tercintah ini, yaaa…itung� buat referensi biar gak kaget sampai disana. mulaiiii..!
1. tentang kota
sebagai ibukota propinsi, luas kota Banda Aceh tidak terlalu besar, hanya 61,36 km� yang terdiri dari 9 kecamatan dan 88 kelurahan. bahkan kalo menjelajah tengah kotanya, atau tepatnya di kecamatan Banda Raya, wih…kita pasti gak percaya sembari berkomentar,
‘ni kota kecil amat yaak?’
![]()
bagian kota yg paling sering saya kunjungi adalah Peunayong, karena Peunayong merupakan pusat perekonomian Banda. banyak toko, pasar, hotel, warung tradisional sampe warung junk food milik kumpeni. menurut beberapa sumber, dulu kota ini tidaklah seramai sekarang, baru setelah Tsunami 2004 kemudian mulai berdatanganlah warga pendatang terutama dari luar negeri, kota ini seakan menjadi megah dan ramai. jika di Jawa, saya mulai kelayapan cari makan malam jam 6.30 (usai maghrib) maka disini, pola kelayapan saya bergeser mulai jam 8.30. catatan: waktu maghrib di Banda adalah jam 7 malam. well…jangan khawatir, toko dan warung rata-rata buka sampai jam 11 malam
Banda Aceh adalah juga kota kaya monumen alias tugu di tengah perempatan selain masjid tentu saja. saya sampek hafal nama bank yg tercetak di masing� tugunya
2. tentang makanan
bukan rere namanya kalo ndak hobi wiskul karena saya pasti ndak rela membuang waktu saya lama� tanpa saya mencicipi makanan khas kota yg saya kunjungi
saya udah nyicip lumayan banyak makanan Aceh, dan saya urutkan dari yg paling saya suka, yah?
mie Atjeh - well…ini makanan penyemangat saya utk selalu berkunjung ke serambi mekkah-nya Indonesia ini. mie nya sih standard, hanya diolah pakai bumbu� asli yg kentellll bgt dan bikin lidah saya megap�. ada dua menu yg saya suka, mie kepiting ama mie cumi. hmm..yumm yumm..
ayam tangkap - well, denger namanya pertama kali saja saya sudah males makan. la gimana ndak males, asumsi saya adalah saya harus menangkap ayam terlebih dahulu sebelum akhirnya si pemilik resto memasaknya sesuai selera saya. ugh..ternyata saya salah besar! kenapa dinamai ayam tangkap, karena ayam yg digoreng kecil� disajikan bersama rerimbunan daun pandan goreng dan daun khas Aceh (saya lupa namanya, huks). makannya seru, deh!
kari kambing, udang tepung, sate matang, kerupuk melinjo - well..ndak beda ama cara penyajian hidangan di Padang, di Aceh pun semua jenis makanan disediakan, dan yg sering muncul adalah kari kambing, sate matang, udang tepung dan kerupuk melinjo yg terkenal dari Pidie, salah satu daerah di NAD
rujak atjeh - gara² lwt pertokoan seputar Masjid Raya, saya tiba² penasaran dg warung “rujak” yg tampak ramai. lalu saya berpikir, mungkin akan mencoba jika saya bisa pulang kerja siang. kalo malam saya ndak berani, takut diar*..hehe. hari kedua saya di Banda, saya pulang kerja agak siangan, seputar jam 3-an. iseng saya minta driver utk nyariin saya rujak terenak di Banda. dan ternyata, warung rujak yg rame saya liat hari sebelumnya adalah warung rujak terenak disana, namanya Garuda, terletak di komplek pasar Aceh. rujaknya terdiri dari campuran buah rujak yg dikupas dg ketrampilan luar biasa si tukang rujak. dicampur kacang goreng utuh, sambel rujak plus rasa mentega. nah..aneh kan?
hm…kalo bicara oleh² makanan, rata² orang akan membeli Kopi Aceh (paling terkenal merk ‘Ulee Kareng’), dodol Sabang yg kaya rasa (hmm..saya paling suka rasa sirsak), dan Dendeng Sapi/Ikan (paling terkenal merk ‘Seulawah’).
3. tentang jalan² wisata
tidak banyak yg saya tau tentang tempat wisata di Banda Aceh, kecuali kapal apung yg sejarahnya terlempar oleh tsunami sejauh lebih dari 6 km dari lepas pantai Ulee Lhee. kapal milik PLN yg dulunya dimanfaatkan sebagai generator dari laut sekarang magrok di tengah kota, daerah Punge Cot Glie, yg kabarnya juga menimpa rumah penduduk dan sampai sekarang masih ada mayat dibawah kapal naas itu. hiiii…
ada lagi yg disebut ‘zero point tsunami’ alias tempat tsunami terjadi pertama kali, yaitu Pantai Ulee Lhee. agak deg-degan juga waktu nekat poto� disana…membayangkan kala tsunami 2004 terjadi…padahal kalo gak tsunami, pantainya indahhhh banget…
sayang sekali, foto kedua saya ada orang lagi bergaya di tepi jembatan. itu kan niatnya saya jepret dari mobil..hwa..hwa..
selain Ulee Lhee, pantai di Lhoknga juga terkena dampak yg lumayan parah. liat aja di fotonya..
wah..kok udah abis istirahatnya, yak. saya kerja duluh yaa…besok nyambung lagi. masih ada yg ingin saya ceritakan, loh..jangan bosen yaaa…
http://arleynova.cinonan.com/wp-content/uploads/2008/02/ule2.thumbnail.jpg
Wew.. wong orang lagi gak sengaja bergaya ya di foto.. Di tempelke blog meneh..
Lha fotoku dan sapi mana?
aku ndak tau siapa orang ituh, asal jepret aja sih…tapi kok setelah jadi orang itu jadi seakan² bergaya disengaja gitu ya?
Aku kepengen makanannya Re………